Pengentasan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan Ekonomi Umat Menurut Persfektif Islam
DOI:
https://doi.org/10.29240/alfalah.v2i1.12799Keywords:
Pengentasan, Kemiskinan, Pemberdayaan, Ekonomi, UmatAbstract
Kemiskinan merupakan sebuah permasalahan sosial yang sangat kompleks dan harus segera mendapat penanganan yang tepat agar dapat segera teratasi. Indonesia sebagai negara berkembang dan memiliki jumlah penduduk yang besar tentu tidak dapat terhindar dari masalah tersebut. Ini dibuktikan dengan jumlah penduduk miskin yang besar, mayoritas tinggal di daerah pedesaan yang sulit untuk diakses bahkan di kota besar seperti Jakarta pun juga sangat banyak ditemukan masyarakat miskin. Kemiskinan dapat diartikan dimana seseorang sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dikarenakan berbagai penyebab salah satunya adalah rendahnya tingkat pendapatan yang diperoleh.
Kemiskinan sebagai permasalahan sosial tidak akan pernah luput dari perhatian dan pembahasan ajaran Islam. Agama Islam mengupas beberapa tema utama yang sangat urgen mengenai upaya pemberdayaan dan pelibatan masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan mereka. Alquran sebagai sumber utama ajaran agama Islam mengumandangkan seruan moral agar keadilan sosial dalam ekonomi ditegakkan terhadap masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan.
Upaya pengentasan kemiskinan, salah satu yang menjadi fokus utama dalam Islam adalah adanya ajaran tentang pemberdayaan ekonomi umat yang lemah. Islam memandang sumber daya manusia secara personal menjadi agen utama dalam memberdayakan ekonomi umat. Selanjutnya Islam juga melihat bahwa pengentasan kemiskinan merupakan tanggung jawab kolektif masyarakat, sehingga upaya pemberdayaan ekonomi kaum miskin menjadi kewajiban kolektif seluruh elemen masyarakat, khususnya kemiskinan yang disebabkan oleh struktur sosial.diperlukan sinergitas antar elemen masyarakat baik pemerintah, ulama dan masyarakat sendiri sebagai subjek dan objek perubahan.
Beberapa model pemberdayaan di atas dapat dibagi menjadi dua kelompok; langkah-langkah yang bersifat struktural dan yang bersifat kultural. Langkah struktural lebih ditekankan kepada lembaga khusus yang menanganinya agar berjalan dengan baik, sedangkan langkah kultural lebih ditekankan pada individu, baik individu yang diharapkan menjadi salah satu subjek pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan kaum fakir dan miskin maupun yang menjadi objeknya
Downloads
References
Awan Setya Dewanta, dkk. Kemiskinan, Ketimpangan dan Pemberdayaan. Yogyakarta: Aditya Media, 1995
Bambang Sudibyo, dkk. 1995. Kemiskinan dan Kesenjangan di Indonesia. Yogyakarta: Aditya Media
Baswir, Revrison. 1997. Agenda Ekonomi Kerakyatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Hendra, Esmara. 1987. Teori Ekonomi dan Kebijaksanaan Pembangunan Kumpulan Esei untuk Menghormati Sumitro Djojohadikusumo. Jakarta: PT Gramedia.
Chapra, M.Umer. 2000. Islam dan Pembangunan Ekonomi, terj. Ikhwan Abidin, Jakarta: Gema Insani Press
Kartasasmita, Ginanjar. 1993. Kebijaksanaan dan Strategi Pengentasan Kemiskinan, Malang. Unibraw Fakultas Ilmu Administrasi
Mansour, Fakih. 2001. Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi. Yogyakarta: Insist Press,
M.Said. 1987. Tarjamah Alquran Al-Karim. Bandung: Al-Ma-Arif, Cetakan Pertama.
Max Weber. 2000. Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme, Surabaya : Pustaka Promethea
M. Nastagin, 2006. Teori dan Praktik Ekonomi Islam, Dana Bhakti Wakaf, Yogyakarta
Ony S. Prijono dan A. M. W. Pranarka. 1996. Pemberdayaan Konsep, Kebijakan dan Implementasi, Jakarta: Center for Strategic and International Studies
Parsudi Suparlan. 2002. Kemsikinan di Perkotaan. Jakarta: Rajawali Pers
Rahardjo, M. Dawam. Islam dan Transformasi Sosial Ekonbomi. Jakarta: LSAF
Sumodiningrat, Gunawan. 1999. Pemberdayaan Masyarakat dan Jaring Pengaman Sosial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Qardawi, Yusuf. 1995. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Terjemahan. Zainal Arifin dan Dahlia Dahlan. Jakarta: Gema Insani Press
----------------1985. Musykilat al-Faqr wa Kaifa „Alajahā al-Islām, Beirut: Mu‟assasah al-Risālah
Zadjuli, Imam Suroso. 1999. Visi Perekonomian Indonesia Menyongsong Milenium III. Makalah Seminar
https://saripuddin.wordpress.com/pemikiran-max-weber/, akses tanggal 15 Mei 2017, pkl. 19.35
https://www.satujam.com/faktor-penyebap-kemiskinan/, akses tanggal 12 Mei 2017, pkl. 19.10
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2017 Muhammad Istan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Al-FALAH : Journal of Islamic Economics agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC BY-SA 4.0 Deed | Attribution-ShareAlike 4.0 International | Creative Commons (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).