Diksi yang Termitologisasi dalam Puisi Remaja Awal Analisis Semiotika Barthes pada Karya Tulis Peserta Didik SMP dalam Konteks Digital-Tradisional Indonesia

Authors

  • Alan Mabruri Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Febri Taufiqurrahman Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Martutik Universitas Negeri Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29240/estetik.v9i2.17354

Keywords:

diksi, semiotika barthes, mitos, puisi peserta didik, literasi krisis

Abstract

Penelitian ini mengkaji diksi dalam 35 puisi orisinal karya peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Pandaan, Jawa Timur, melalui kerangka analisis semiotika Roland Barthes. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi makna denotatif, makna konotatif, dan struktur mitos yang terkandung dalam diksi peserta didik, dengan perhatian khusus pada mekanisme gramatikal yang menjadikan muatan ideologis tampak alamiah bagi penulisnya sendiri. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif, dengan data dipilih secara purposif dari korpus puisi peserta didik yang ditulis pada tahun ajaran 2024-2025. Analisis dilakukan melalui empat tahap sistematis, yaitu identifikasi denotasi, analisis gramatikal, interpretasi konotasi, dan identifikasi mitos. Penelitian ini menghasilkan lima temuan utama. Pertama, kosakata komputasional, terutama kata algoritma, muncul sebagai sumber utama metafora emosi, merepresentasikan reorganisasi hubungan antara bahasa rasional dan afektif yang khas generasi ini. Kedua, ditemukan kebiasaan gramatikal berupa perendahan diri pada lima puisi yang secara tematik berbeda, di mana subjek orang pertama secara konsisten menempati posisi sintaksis sebagai objek yang dinilai, bukan sebagai agen yang menilai. Ketiga, empat puisi independen menunjukkan kecenderungan yang sama, yaitu kebisuan dalam cinta difungsikan sebagai strategi untuk menjaga kepemilikan imajiner. Keempat, satu teks anomali menunjukkan kesadaran metasemiotik secara eksplisit terhadap kode-kode percintaan yang dominan, satu-satunya kasus semacam ini dalam korpus. Kelima, tiga puisi menunjukkan struktur mitos di mana penderitaan dinaturalisasi sebagai bagian kehidupan yang tidak terhindarkan, dengan implikasi terhadap perlindungan peserta didik dalam konteks pendidikan. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa peserta didik usia remaja awal merupakan ideologi yang tidak menyadari diri sendiri, yaitu penghasil bahasa yang sarat muatan ideologis tanpa menyadari muatan ideologis yang mereka hasilkan. Pembelajaran literasi kritis perlu merespons kondisi ini sejak jenjang sekolah menengah pertama, sebelum proses naturalisasi tersebut berlangsung sempurna.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardianta, S. (2024). Hegemoni Adat Minangkabau dalam Novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wick” Karya Hamka. ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia, 7(2), 131–142. https://doi.org/10.29240/estetik.v7i2.9790

Barthes, R. (1972). Mythologies. Hill and Wang.

Barthes, R. (1977). Elements of Semiology. Hill and Wang.

Bourdieu, P. (1991). Language and Symbolic Power. Harvard University Press.

Chaer, A. (2013). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Rineka Cipta.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. SAGE Publications.

Curwood, J. S. (2024). “My beating and bleeding heart for all of you”: Enacting culturally sustaining pedagogy through spoken word poetry. Journal of Adolescent & Adult Literacy, 68(2), 152–161. https://doi.org/https://doi.org/10.1002/jaal.1374

Curwood, J. S., & Jones, K. (2022). A bridge across our fears: understanding spoken word poetry in troubled times. Literacy, 56(1), 50–58. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/lit.12270

Fairclough, Norman. (2003). Analysing discourse : textual analysis for social research. Routledge.

Hall, S. (2019). Encoding—Decoding (1980) (pp. 44–55). https://doi.org/10.4324/9780367809195-6

Hanauer, D. I. (2012). Meaningful literacy: Writing poetry in the language classroom. Language Teaching, 45(1), 105–115. https://doi.org/DOI: 10.1017/S0261444810000522

Hidayat, R., & Pangesti, H. W. (2024). Motivasi Keakraban dalam Pelanggaran Kesopanan Pada Iklan Sampo Head and Shoulders: Kajian Pragmatik. https://doi.org/10.29240/estetik.v7i1.9853

Hoed, B. H. (2011). Semiotik & dinamika sosial budaya: Ferdinand de Saussure, Roland Barthes, Julia Kristeva, Jacques Derrida, Charles Sanders Peirce, Marcel Danesi & Paul Perron, dll. Komunitas Bambu. https://books.google.co.id/books?id=iKoCfAEACAAJ

Iida, A. (2016). Exploring earthquake experiences: A study of second language learners’ ability to express and communicate deeply traumatic events in poetic form. System, 57, 120–133. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.system.2016.02.004

Iida, A., & Chamcharatsri, B. (2022). Emotions in second language poetry writing: a poetic inquiry into Japanese EFL students’ language learning experiences. Innovation in Language Learning and Teaching, 16(1), 53–66. https://doi.org/10.1080/17501229.2020.1856114

Janks, H. (2013). Critical literacy in teaching and research1. Education Inquiry, 4(2), 225–242. https://doi.org/10.3402/edui.v4i2.22071

Jones, K., & Curwood, J. S. (2020). Tell the Story, Speak the Truth: Creating a Third Space Through Spoken Word Poetry. Journal of Adolescent & Adult Literacy, 64(3), 281–289. https://doi.org/https://doi.org/10.1002/jaal.1080

Kandiawan, A. B. (2022). CODE-SWITCHING AND SLANG USED BY GEN Z INDONESIANS ON SOCIAL MEDIA. ELTR Journal, 7(1), 48–56. https://doi.org/10.37147/eltr.v7i1.165

Kanzunnudin, M. (2022). Karya D . Zawawi Imron. 28(2).

Kartini, L., Khair, U., & Botifar, M. (2024). Analisis Judul Berita pada Surat Kabar Online Harian Rakyat Empat Lawang: (Kajian Semiotika Roland Barthes). https://doi.org/10.29240/estetik.v7i1.8248

Khair, U., & Kholik, K. (2023). Peran Guru dalam Pembelajaran Membaca dan Menulis Siswa SD Kelas Rendah. ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia, 6(2), 99. https://doi.org/10.29240/estetik.v6i2.8053

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). jan_natinquiry10FIN.pdf.

Magnis-Suseno, F. (1997). Javanese Etics and World-View. The Javanese Idea of the Good Life. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

Marais, K., & Naudé, L. (2025). Identity in university students: The semiotic work of making sense of yourself. Culture and Psychology, 31(3), 849–866. https://doi.org/10.1177/1354067X241242413

Mawaddah, H. M., & Supena, A. (2024). ANALISIS SEMIOTIKA TEORI ROLAND BARTHES DALAM KUMPULAN PUISI “KOPI, KRETEK, CINTA” KARYA AGUS R. SARJONO. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(2), 554–563. https://doi.org/10.31943/bi.v9i2.729

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 102–107.

Mulder, N. (2005). Inside Indonesian Society: Cultural Change in Java. Pepin Press. https://books.google.co.id/books?id=d7cuAQAAIAAJ

Paris, D. (2012). Culturally Sustaining Pedagogy: A Needed Change in Stance, Terminology, and Practice. Educational Researcher, 41(3), 93–97. https://doi.org/10.3102/0013189X12441244

Pérez-Torres, V. (2024). Social media: a digital social mirror for identity development during adolescence. Current Psychology, 43(26), 22170–22180. https://doi.org/10.1007/s12144-024-05980-z

Piliang, Y. A. (2012). Semiotika dan hipersemiotika: kode, gaya & matinya makna. Matahari. https://books.google.co.id/books?id=yLx6nQEACAAJ

Pradopo, R. D. (1987). Pengkajian puisi: analisis strata norma dan analisis struktural dan semiotik. Gadjah Mada University Press. https://books.google.co.id/books?id=7pO5AAAAIAAJ

Qusayri, M., Sosrohadi, S., & Sukirno, S. (2024). Kajian Semiotika Roland Barthes Dalam Puisi: Sajak Matahari Dan Sajak Burung-Burung Kondor Karya W.S Rendra. INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(2), 391. https://doi.org/10.59562/indonesia.v5i2.59329

Susanto, M. S. A. S. G. (2025). Generation Z’s prokem in social media: Language transformation and social identity of Makassar Adolescents. Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, (Vol. 9 No. 1 (2025): April), 17–28. https://ejournal.umm.ac.id/index.php/JICC/article/view/37487/16253

Tompkins, G. E. (2008). Teaching Writing: Balancing Process and Product. Pearson/Merrill Prentice Hall. https://books.google.co.id/books?id=EgVKAAAAYAAJ

Vetter, A., Lambert, C., LeJeune, M., Consalvo, A., David, A., & McDaniel, D. (2021). Asking Teens about Their Writing Lives: The Writing Identity Work of Youth. Literacy Research and Instruction, 61, 1–24. https://doi.org/10.1080/19388071.2021.2008559

Wachyudin, W., Purwati, D., Faris, A., Dzulhijah, Y. E., Raehandika, D., & Malik, M. (2024). Kajian Semiotik Roland Barthes pada Puisi Sawer Pengantin Sunda sebagai Usulan Bahan Ajar Puisi Rakyat di Kelas VII SMP. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 13(2), 307. https://doi.org/10.26499/jentera.v13i2.7825

Zappavigna, Michele. (2011). Ambient affiliation: A linguistic perspective on Twitter. New Media & Society, 13(5), 788–806. https://doi.org/10.1177/1461444810385097

Downloads

Published

01-11-2026

How to Cite

Mabruri, A., Febri Taufiqurrahman, & Martutik. (2026). Diksi yang Termitologisasi dalam Puisi Remaja Awal Analisis Semiotika Barthes pada Karya Tulis Peserta Didik SMP dalam Konteks Digital-Tradisional Indonesia. ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia, 9(2), 1073–1096. https://doi.org/10.29240/estetik.v9i2.17354

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 

You may also start an advanced similarity search for this article.