Kontruksi Gender dalam Media Daring Indonesia (Analisis Wacana Kritis Model Sara Mills)

Authors

  • Erni Fitriani Institut Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Dini Windarini Institut Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Sumiati Aghphyra S. Institut Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Neneng Hartini Institut Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Ari Kartini Institut Pendidikan Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29240/estetik.v9i1.15259

Keywords:

konstruksi gender, media daring, Sara Mills, analisis wacana kritis

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi gender dalam media daring Indonesia melalui pendekatan analisis wacana kritis model Sara Mills. Fokus penelitian diarahkan pada pemberitaan perceraian antara Andre Taulany dan Erin Wartia yang dimuat di portal berita CNN Indonesia, Detik.com, InsertLive, dan Kompas.com. Bahasa yang digunakan media memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap relasi gender dan peran sosial laki-laki maupun perempuan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap posisi subjek, objek, dan pembaca dalam teks berita serta menunjukkan bagaimana ideologi patriarki bekerja melalui representasi wacana media daring. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model analisis Sara Mills yang menitikberatkan pada relasi antara posisi penulis, tokoh, dan pembaca. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berita daring yang relevan dengan isu perceraian Andre Taulany dan dianalisis berdasarkan struktur naratif dan pilihan bahasa yang digunakan jurnalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki masih digambarkan sebagai pusat kendali narasi, sedangkan perempuan cenderung diposisikan sebagai pihak yang pasif dan kurang mendapat ruang untuk bersuara. Narasi berita lebih menonjolkan sudut pandang hukum dan moral yang berpihak pada figur laki-laki publik. Penelitian ini menegaskan bahwa media daring masih mereproduksi ideologi patriarki melalui bentuk representasi yang tersamar. Analisis Sara Mills memberikan pemahaman bahwa bahasa media bukan hanya alat penyampai informasi, tetapi juga sarana pembentuk realitas sosial. Temuan ini diharapkan dapat memperluas kajian wacana kritis di Indonesia serta mendorong terciptanya praktik jurnalistik yang lebih sensitif terhadap isu kesetaraan gender.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, S. N. A. (2019). Analisis wacana sara mills tentang kekerasan perempuan dalam rumah tangga studi terhadap pemberitaan media kumparan. 4(Jurnal Dakwah Dan Komunikasi), 101–120.

Azizah, M., & Marwantika, A. I. (2022). Citra wanita sholehah dalam novel Ayat-Ayat Langit: Analisis wacana kritis Sara Mills. Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era, 2(1), 532–546.

Carter, N., Bryant-Lukosius, D., DiCenso, A., Blythe, J., & Neville, A. (2014). The use of triangulation in qualitative research. Oncology Nursing Forum, 41(5), 545–547. https://doi.org/10.1188/14.ONF.545-547

Elliott, R., & Timulak, L. (2021). Essentials of descriptive-interpretive qualitative research: A generic approach. American Psychological Association.

Flick, U. (2018). Doing triangulation and mixed methods. SAGE Publications.

Kania, D., & Hamdani, A. (2023). Representasi wanita di balik kosakata berita: Analisis wacana kritis Sara Mills kekerasan seksual pada Media Indonesia. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 10(1), 33–40.

Lesmana, D., & Valentina, G. M. (2022). Perspektif perempuan dalam film Mimi melalui analisis wacana kritis Sara Mills. Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1), 23–44.

Lubis, P. B. (2023). Analisis wacana kritis perspektif Sara Mills dalam media sosial pada akun Instagram @lambeturah. EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia), 3(1), 55–65.

Mills, S. (2004). Discourse. Routledge.

Ningsih, W. (2018). Nilai-nilai edukasi Islam dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra. Lingua Franca, 2(2), 47–56.

Novianti, N., Musa, D. T., & Darmawan, D. R. (2022). Analisis wacana kritis Sara Mills tentang stereotipe terhadap perempuan dengan profesi ibu rumah tangga dalam film Rumput Tetangga. Rekam, 18(1), 25–36.

Ramadhani, A. F., & Adiprabowo, V. D. (2023). Inferioritas perempuan dalam film Perempuan Tanah Jahanam. Jurnal PIKMA, 5(2), 320–336.

Rosita, F. Y., & Hastuti, D. P. (2025). Representasi perempuan dalam film Like & Share. Diglosia, 8(3), 717–726.

Sadiah, E., Yanti, P. G., & Tarmini, W. (2023). Berita kekerasan seksual terhadap perempuan dalam dunia pendidikan. Lingua Rima, 11(3), 230–238.

Salamah, S., Nazilah, H. M., & Setiawati, E. (2023). Polemik Gitasav-netizen pada wacana childfree di media sosial. Sintesis, 17(2), 98–115.

Sariasih, W., Rasyid, Y., & Anwar, M. (2023). Analisis wacana kritis Sara Mills dalam cerpen Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(2), 539–548.

Sobari, T., & Faridah, L. (2016). Model Sara Mills dalam analisis wacana peran dan relasi gender. Semantik, 5(1), 89–99.

Sumakud, V. P. J., & Septyana, V. (2020). Analisis perjuangan perempuan dalam menolak budaya patriarki pada film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak. Semiotika, 14(1).

Wahyuni, S. (2023). Qualitative research method: Theory and practice. Salemba Empat.

Widiyaningrum, W. (2021). Analisis wacana Sara Mills tentang kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 7(1), 14–32.

Yani, F., Surif, M., & Dalimunthe, S. F. (2022). Analisis wacana kritis model Sara Mills citra sosial perempuan pada cerpen Kartini karya Putu Wijaya. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 9760–9767.

Downloads

Published

2026-05-11

How to Cite

Erni Fitriani, Dini Windarini, Sumiati Aghphyra S., Neneng Hartini, & Ari Kartini. (2026). Kontruksi Gender dalam Media Daring Indonesia (Analisis Wacana Kritis Model Sara Mills). ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia, 9(1), 288–309. https://doi.org/10.29240/estetik.v9i1.15259

Citation Check