Representasi Pariwisata dalam Bahan Ajar BIPA Sahabatku Indonesia: BIPA sebagai Diplomasi Budaya Melalui Pembelajaran Bahasa
DOI:
https://doi.org/10.29240/estetik.v9i1.14014Keywords:
Representasi pariwisata, Bahan ajar BIPA, Sahabatku Indonesia, Diplomasi BudayaAbstract
Bahan ajar Sahabatku Indonesia merupakan salah satu bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran BIPA di Indonesia. Namun, bahan ajar tersebut tidak hanya memuat pembelajaran bahasa, tetapi sebagai bentuk diplomasi budaya. Tujuan penelitian ini mengkaji representasi pariwisata dalam setiap unit pada bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia 1 sampai 7, serta keterkaitannya sebagai diplomasi budaya melalui pembelajaran bahasa. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data penelitian ini adalah bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia 1 sampai 7 yang diunduh melalui laman BIPA Daring. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap membaca, menandai, mencatat, mengecek ulang, dan merevisi. Model analisis yang digunakan adalah analisis interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil temuan penelitian ini adalah terdapat 42 data representasi pariwisata yang terdiri atas wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, dan wisata makanan. Namun, tidak ditemukan representasi pariwisata pada bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia 6. Representasi tersebut disajikan dalam berbagai model, yaitu teks, percakapan, dan gambar. Hasil temuan tersebut berimplikasi pada sebuah gagasan bahwa bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia dapat dijadikan diplomasi budaya melalu pembelajaran bahasa untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia melalui representasi pariwisata.
Downloads
References
Ardiyanti, W. N., & Septiana, H. (2023). Pemanfaatan Video Aktivitas di Pasar Tradisional sebagai Media Pembelajaran BIPA Berbasis Kearifan Lokal untuk Kelas Keterampilan Berbicara dan Menulis Level Intermediate 1 di KBRI London. Jurnal Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (JBIPA), 5(2), 232–239. https://doi.org/10.26499/jbipa.v5i2.6702
Aswan, & Susanto, G. (2024). Representasi Wawasan Keindonesiaan dalam Buku Teks BIPA Sahabatku Indonesia: BIPA sebagai Soft Diplomacy untuk memperkenalkan Indonesia. KIBAS CENDERAWASIH:Jurnal Ilimah Kebahasaan Dan Kesastraan, 21(2), 112–124. https://doi.org/10.26499/kc.v21i2.453
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2023). Bahasa Indonesia Disetujui Menjadi Bahasa Resmi Sidang Umum UNESCO.
Datil, L. L. (2019). Sahabatku Indonesia: untuk Pelajar BIPA 5 (E. L. M. Nababan & S. P. Syah (eds.)). Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.
Dharmayusdha, M. D. (2021). Peran Animasi Susanti pada Film Animasi Upin Ipin sebagai Instrument Soft Diplomasi dalam Hubungan antara Malaysia dan Indonesia. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Elo, S., & Kyngäs, H. (2008). The qualitative content analysis process. Journal of Advanced Nursing, 62(1), 107–115. https://doi.org/10.1111/j.1365-2648.2007.04569.x
Hasanah, D. U., Mufti, A., & Achsani, F. (2022). Lagu Dangdut Koplo Sebagai Materi Ajar BIPA Berbasis Kearifan Lokal bagi Pemelajar Tingkat Lanjut. Jurnal Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (JBIPA), 4(2), 99–118. https://doi.org/10.26499/jbipa.v4i2.4202
Hilmi, H. S., Wahyuni, S., Thahir, A., & Sari, F. W. (2023). Muatan Kecerdasan Ekologis dalam Bahan Ajar BIPA Seri Umum “Sahabatku Indonesia.” Jurnal Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (JBIPA), 5(1), 33–57. https://doi.org/https://doi.org/10.26499/jbipa.v5i1.4182
Islamiyah, A. N., Priyanto, N. M., & Prabhandari, N. P. D. (2020). Diplomasi Budaya Jepang dan Korea Selatan di Indonesia tahun 2020: Studi Komparasi. Jurnal Hubungan Internasional, 13(2), 257. https://doi.org/10.20473/jhi.v13i2.21644
Laksono, P. T. (2020). Pengembangan Desain Pembelajaran BIPA Darmasiswa Pada Pembelajar Tingkat Mahir Rendah. Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, Dan Sosial Budaya, 26(2), 106–119. https://doi.org/10.33503/paradigma.v26i2.797
Laksono, P. T., & Ismiatun, F. (2023). Adapting to a Hard Situation: BIPA Teachers’ Successful Strategies for Teaching Local Culture During the COVID-19 Pandemic. REiLA : Journal of Research and Innovation in Language, 5(1), 63–76. https://doi.org/10.31849/reila.v5i1.11199
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2019). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook 4 ed. SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2000). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Muzaki, H. (2021). Pengembangan Bahan Ajar BIPA Tingkat 3 Berbasis Budaya Lokal Malang. Jurnal Ilmiah SEMANTIKA, 2(02), 1–9. https://doi.org/10.46772/semantika.v2i02.379
Nastiti, A. D. (2019). Sahabatku Indonesia: untuk Pelajar BIPA 1 (E. L. M. Nababan (ed.)). Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.
Novytasari, Y. P., Hatta, S. M., & Nastiti, A. D. (2019). Sahabatku Indonesia: untuk Pelajar BIPA 6 (E. L. M. Nababan & S. P. Syah (eds.)). Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.
Novytasari, Y. P., Nastiti, A. D., & Hatta, S. M. (2019). Sahabatku Indonesia: untuk Pelajar BIPA 7 (E. L. M. Nababan (ed.)). Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.
Nye, J. S. (2008). Public Diplomacy and Soft Power. Annals of the American Academy of Political and Social Science, 616(1), 94–109. https://doi.org/10.1177/0002716207311699
Undang-undang tentang Kepariwisataan, Pub. L. No. 4 (1990).
Pratiwi, Y., Andajani, K., Suyitno, I., Ismail, A., & Prastio, B. (2023). Representing and Implementing Moral Values to Foreign Students in Indonesian Textbooks for Learners Other Than Indonesians. International Journal of Language Education, 7(1), 58–76. https://doi.org/10.26858/ijole.v1i1.36256
Putriasari. (2019). Sahabatku Indonesia: untuk Pelajar BIPA 2 (E. L. M. Nababan (ed.)). Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.
Rahma, S. S., & Suwandi, S. (2021). Analisis Kelayakan Isi dan Muatan Budaya dalam Buku Ajar BIPA. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 21(1), 13–24. https://doi.org/https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v21i1.36654
Rofiuddin, A., Susanto, G., Widyartono, D., Sultan, S., Muzaki, H., & Panich, P. (2021). Pengembangan Bahan Ajar BIPA Daring Tingkat Pemula Rendah. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 10(1), 153. https://doi.org/10.26499/rnh.v10i1.3376
Sugihartadi, R. B. E. (2019). Sahabatku Indonesia: untuk Pelajar BIPA 4 (E. L. M. Nababan (ed.)). Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.
Susanto, G. (2021). Representasi Gender dalam Buku Teks BIPA. Diksi, 29(2), 126–136. https://doi.org/10.21831/diksi.v29i2.42500
Syah, S. P. (2019). Sahabatku Indonesia: untuk Pelajar BIPA 3 (E. L. M. Nababan (ed.)). Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.
Uzum, B., Yazan, B., Zahrawi, S., Bouamer, S., & Malakaj, E. (2021). a Comparative Analysis of Cultural Representations in Collegiate World Language Textbooks (Arabic, French, and German). Linguistics and Education, 61, 100901. https://doi.org/10.1016/j.linged.2020.100901
Widodo, C. S., & Jasmadi. (2008). Panduan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. PT. Elex Media Komputindo.
Yulliana, E. A. (2021). Diplomasi Budaya melalui Nation Branding Wonderful Indonesia di Era New Normal Tourism. Global and Policy Journal of International Relations, 9(1), 51–62. https://doi.org/10.33005/jgp.v9i1.2409
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Caesar Adlu Hakim, Gatut Susanto, Didin Widyartono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




