Realisasi Prinsip Kesantunan dalam Buku Pelajaran bahasa Indonesia sebagai Ekspresi Fungsi Bahasa di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.29240/estetik.v9i1.14728Keywords:
prinsip kesantunan berbahasa, fungsi hakiki bahasa, buku pelajaran, sekolah dasarAbstract
Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam pendidikan dasar karena berperan membentuk karakter dan etika komunikasi siswa sejak dini. Buku pelajaran bahasa Indonesia diharapkan tidak hanya menyampaikan materi linguistik, tetapi juga memberikan teladan penggunaan bahasa yang santun. Penelitian ini bertujuan untuk (a) menganalisis prinsip kesantunan dalam buku pelajaran bahasa Indonesia tingkat sekolah dasar dan (b) mengeksplorasi kontribusi penerapan prinsip kesantunan dalam mendukung fungsi hakiki bahasa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi, yaitu menelaah dialog dan teks pada buku Pelajaran bahasa Indonesia kelas 1, 2 dan 3 SD/MI terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengidentifikasi wujud kesantunan berdasarkan enam maksim Leech, kemudian menghubungkannya dengan tiga metafungsi bahasa Halliday. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku pelajaran telah merealisasikan prinsip kesantunan, terutama maksim penghargaan, persetujuan, dan kesimpatian, yang muncul dalam bentuk ajakan, pujian, ungkapan persetujuan, dan pernyataan empati. Akan tetapi, maksim kemurahhatian dan kerendahan hati relatif jarang ditemukan. Realisasi tersebut mendukung fungsi hakiki bahasa, yaitu merepresentasikan pengalaman belajar (ideasional), membangun hubungan sosial yang harmonis (interpersonal), dan menyusun teks pembelajaran yang runtut serta kontekstual (tekstual). Simpulan penelitian ini adalah prinsip kesantunan dalam buku pelajaran bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai norma pragmatik, tetapi juga sebagai instrumen pendidikan yang memperkuat fungsi utama bahasa di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya penulis buku dan guru lebih konsisten mengintegrasikan nilai kesantunan agar siswa memperoleh model komunikasi yang etis, empatik, dan koheren.
Downloads
References
Arifandi, A., & Simamora, I. Y. (2023). Jurnal Dinamika Sosial Budaya Penerapan Etika Komunikasi di Media Sosial : Analisis Pada Grup WhatsApps Having Fun. 25(1), 306–310.
Arrahman, R., Habiburrahman, H., Gani, A. A., Lamusiah, S., & Mandala, H. (2022). Penguatan Pendidikan Karakter Siswa dalam Kesantunan Berbahasa. Jurnal Ilmiah Telaah, 7(1), 136–144. https://doi.org/10.31764/telaah.v7i1.7453
Azhari, S. N., Azhari, S. N., Fitriyana, N., & Badriyah, S. (2023). Korelasi pemahaman bacaan dengan kecepatan membaca pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V. Estetik: Jurnal Bahasa Indonesia, 6(2), 151–166. https://doi.org/10.29240/estetik.v6i2.8561
Beden, S. (2022). Analisis Konteks Peristiwa Bahasa Melati Sarawak: Aplikasi Pola Kombinasi Maksim Leech (1983) & Grice (1975). Jurnal Linguistik, 26(1), 34–57. www.plm.org.my
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Adi Sriadi; Benedictus Sudiyana, Suwarto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




