Diatesis dalam Bahasa Melayu Ambon: Strategi Pasifisasi
DOI:
https://doi.org/10.29240/estetik.v9i1.14577Keywords:
Diatesis, pasifisasi, bahasa melayu ambon, tipologi, Anna SiewierskaAbstract
Bahasa Melayu Ambon dapat dipahami oleh beberapa masyarakat dari wilayah yang lain seperti Kupang, Manado, Ternate, dan lain sebagainya karena struktur bahasanya hampir sama. Sementara itu, bahasa Ambon memiliki perbedaan dengan struktur kalimat bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat diatesis dalam bahasa Melayu Ambon melalui strategi pasifisasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualifikasi dan mengambil sumber data dari hasil wawancara dengan penutur Bahasa Melayu Ambon. Metode yang digunakan pada analisis penelitian ini menggunakan agih yang menitikberatkan fokus pada unsur bahasanya Berdasarkan hasil analisis yang menggunakan lima klasifikasi konstruksi pasif dari Anna Siewierska diperoleh hasil bahwa bahasa Melayu Ambon berterima dan struktur kalimat berpola asli dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian mendatang.
Downloads
References
Almajid, M. R. (2019). Tindak Verbal Abuse dalam Permainan mobile Legend di Indonesia: Kajian Sosiolinguistik. ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia, 2(2), 171–182. https://doi.org/10.29240/estetik.v2i2.1055
Amir, I., Mustava, I., Sari, N. P., Nurhikmah, N., & Rahim, A. (2023). Vitalitas dan Subordinasi Bahasa Daerah Di Maluku. Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, Dan Sastra, 5(1), 53–66. https://doi.org/10.33477/lingue.v5i1.5391
Arfianty, Rani dan Mulyadi. (2023). Kontrasifitas Konstruksi Ergatifitas Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang Kajian Tipologi. Kiryoku, 7 (2), 8-16. https://doi.org/10.14710/kiryoku.v7i2.8-16
Artawa K. dan Ketut Widya Purnawati. (2020). Pemarkah Diatesis Bahasa Indonesia: Kajian Tipologi Linguistik. Mozaik Humaniora, 20 (1), 26-38. https://doi.org/10.20473/mozaik.v20i1.15128
Artawa K. dan Jufrizal. (2021). Tipologi Linguistik: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Denpasar: Pustaka Larasan
Astami, Timur Sri. (2008). Diatesis Pasif Bahasa Jepang. Jurnal Lingua Cultura, 2 (2), 121-128. Doi 10.21512/lc.v2i2.254
Bagiya. (2018). Infleksi dan Derivasi dalam Bahasa Indonesia. Journal of Language Learning and Research, 1(1), 1-11. https://doi.org/10.22236/jollar.v1i1.1240
Basaria, Ida. (2018). Relasi Gramatikal Subjek Bahasa Pakpak Dairi: Kajian Tipologi. Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social dan Arts, 01, 049-058. https://doi.org/10.32734/lwsa.v1i1.140
Brahmana, Reja Aprilla dan Mulyadi. (2022). Aliansi Gramatikal pada Bahasa Mandarin: Tipologi Bahasa. Lingua, 19 (2), 113-121. https://doi.org/10.30957/lingua.v19i2.741
Comrie, B. (1978). “Ergativity.” Dalam Syntactic Typology: Studies in the Phenomenology of Language, disunting oleh Lehman, W.D. Austin: The University of Texas.
Damanik, Sisila F dan Mulyadi. (2020). Ergativity Case-Marking in Batak Toba Language. BirLe-Journal, Budapest International Research and Critics in Liguistics and Educatio, 3(1), 80-87. https://doi.org/10.33258/birle.v3i1.755
Indrayani, Nanik. (2024). Komunikasi Fatis Bahasa Melayu Dialek Ambon Kabupaten Buru Selatan Kajian Sosiosemantik. Jurnal Ilmiah Dikdaya, 14 (1), 250-260. https://doi.org/10.33087/dikdaya.v14i1.630
Jufrizal. (2009). Fenomena Tipologi Gramatikal Bahasa Minangkabau: Akusatif, Ergatif, atau Campur?. Leksika, 3 (1), 14-28. https://doi.org/10.30595/lks.v3i1.2236
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2004. Jakarta: Balai Pustaka.
Khair, Ummul. (2018). Analisis Kesalahan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam Proposal Skripsi Mahasiswa. ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia, 1(1), 31–54. https://doi.org/10.29240/estetik.v1i1.508
Kilwakit, Hafifa dan Andina Muchti. (2022). Interfensi Morfologi Bahasa Ambon terhadap Bahasa Indonesia di Lingkungan Remaja Masjid Al-Muttaqin Desa Warkar. Dialektologi, 7 (2),15-27. https://doi.org/10.52237/dialektologi.v7i02
Kridalaksana, Harimurti. (2009). Kamus Linguistik. Edisi ke-IV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Lubis, Ilham Sahdi dan Mulyadi. (2020). Konstruksi Pasif Bahasa Angkola: Teori X-Bar. Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, 8 (1), 369-373. https://doi.org/10.37081/ed.v8i1
Marteja, Sigit. (2019). Variasi Bahasa Tukul Arwana di Acara Bukan Empat Mata Trans 7 Dikaji dari Teori Etnografi Komunikasi Dell Hymes. ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia, 2(2), 89–112. https://doi.org/10.29240/estetik.v2i2.1272
Meleong, Lexy J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
Meturan, Theresia dkk. (2023). Bahasa Ambon dan Bahasa Indonesia: Analisis Fonologi. Sintaksis: Publikasi Para Ahli Bahasa dan Sastra Inggris, 1(5), 54-64. . https://doi.org/10.61132/sintaksis.v1i5.261
Mugrib, Nuz C dkk. (2018). Pemarkah Diatesis dalam Bahasa Wolio. Leksema, Jurnal Bahasa dan Sastra, 3 (2), 93-103. https://doi.org/10.22515/ljbs.v3i2.1306
Oktavia, Wahyu. (2020). Perubahan Fonologis Bahasa Gaul dalam Percakapan Whatsapp Kelompok Siswa Kelas 9 MTs Muhammadiyah 05 Kemusu. ESTETIK: Jurnal Bahasa Indonesia, 3(1), 75-92. https://doi.org/10.29240/estetik.v3i1.1464
Sitepu, Yanti Br. (2015). Fitur Morfosintaksis Infleksi Diatesis dalam Bahasa Karo. Sirok Bastra, 3 (2), 179-187. https://doi.org/10.37671/sb.v3i2
Sopacua, Valensia Febrima dkk. (2022). Reduplikasi dalam Bahasa Melayu Ambon (Kajian Morfologi). Arbitrer, Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4 (2), 687-704. https://doi.org/10.30598/arbitrervol4no2hlm687-704
Subroto, Edi. (2010). Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural. Surakarta: UNS Press.
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Sukma, Luh Putu Ratnayanti dna Luh Gede Intan PSP. (2020). Kontrastivitas Diatesis Pasif Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang dalam Dongeng Jepang Momotaro. Kulturistik, Jurnal Bahasa dan Budaya, 4 (2).69-76. https://doi.org/10.22225/kulturistik.4.2.1903
Taib, Rostina dan Mulyadi. (2022). Passive Construction of Acehnese Language: X-Bar Analysis. Retorika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan pengajarannya, 16 (1), 68-76. https://doi.org/10.26858/retorika.v16i1.32016
Umbarasari, T. (2025). Studi Kasus Kekeliruan Berbahasa pada Penderita Afasia Broca Pascastroke. ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia, 8(1), 114–127. https://doi.org/10.29240/estetik.v8i1.11808
Umiyati, Mirsa. (2015). Prioritas Aspek-Aspek Tipologi Linguistik pada Pemetaan Masalah-Masalah Kebahasaan. Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa, 1 (20), 279-297. https://doi.org/10.22225/jr.1.2.34.279-297
Whaley, Lindsay J. (1997). Introduction to Typology: The unity and Diversiy of Language. California: SAGE Publications, Inc.
Verhaar, J.W.M. (1978). “The Categorial System in Contemporary Indonesian: Verbs.” Dalam Towards a Description of Contemporary Indonesian: Prelimenary Studies Part I. Nusa, Linguistic Studies of Indonesian dan Other Languages in Indonesia, disunting oleh Bambang Kaswanti Purwa.
Verhaar. J. (2006). Dasar-Dasar Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Candraderi Christmatara, Agus Subiyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




