Variasi Bahasa Siswa Gen-Z pada Platform Media Sosial sebagai Representasi Identitas Digital

Authors

  • Ainin Seha Universitas Lampung, Indonesia
  • Nurlaksana Eko Rusminto Universitas Lampung, Indonesia
  • Siti Samhati Universitas Lampung, Indonesia
  • Mulyanto Widodo Universitas Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29240/estetik.v9i2.17275

Keywords:

gen z, siswa, sosial media, sosiolinguistik, variasi bahasa

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan terhadap pola interaksi manusia, terutama dalam penggunaan bahasa di media sosial. Salah satu platform yang turut mendorong munculnya berbagai variasi bahasa ialah Instagram, khususnya di kalangan siswa sebagai pengguna aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena penggunaan variasi bahasa pada media sosial Instagram di lingkungan siswa berdasarkan kajian sosiolinguistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari caption atau ungkapan tertulis yang terdapat pada akun Instagram milik siswa. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, simak, dan catat. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan mengelompokkan variasi bahasa berdasarkan teori Martin Joos serta menambahkan klasifikasi lain karena banyaknya temuan yang tidak dapat dimasukkan ke dalam kategori yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bahasa siswa meliputi (1) ragam intim (intimate), (2) ragam santai (casual), (3) ragam konsultatif (consultative), (4) ragam resmi (formal), (5) ragam beku (frozen), (6) kata yang mengalami pergeseran makna berupa asosiasi, (7) kata yang mengalami pelesapan huruf vokal, (8) kata yang terbentuk melalui improvisasi dari kata asal, serta (9) kata baru yang lahir dari kreativitas pengguna media sosial Instagram.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adli, A., & Guy, G. R. (2022). Globalising the study of language variation and change: a manifesto on cross-cultural sociolinguistics. Language and Linguistics Compass, 16(5–6), 1–15. https://doi.org/10.1111/lnc3.12452

Ambarsari, Z. (2020). Penggunaan instagram sebagai media pembelajaran. Prosiding Seminar Nasional PBSI-III Tahun 2020, 81– 86.

Antoni, C., Irham, I., & Ronsi, G. (2019). Language variation in minang colloquial language spoken in kabun region: sociolinguistic study on millennial citizens. Jurnal Arbitrer, 6(2), 92–98. https://doi.org/10.25077/ar.6.2.92-98.2019

Belahcen, A., Ouahmiche, G., Com, A., & Belahcen, ( A. (2017). An investigation of language variation and change among three age-groups: a case study email address. International Journal of Language and Linguistics. Special Issue: New Trends in Arabic Sociolinguistics, 5(1), 24–35. https://doi.org/10.11648/j.ijll.s.2017050301.1 4

Berragan, C., Singleton, A., Calafiore, A., & Morley, J. (2024). Mapping great britain’s semantic footprints through a large language model analysis of reddit comments. Computers, Environment and Urban Systems, 110 (November 2023). https://doi.org/10.1016/j.compenvurbsys.202 4.102121

Borchers, N. S. (2025). How social media influencers support political parties in achieving campaign objectives, according to political communicators in germany. Public Relations Review, 51(1), 102532. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2024.10253 2

Carpenter, J. P., Morrison, S. A., Craft, M., & Lee, M. (2020). How and why are educators using Instagram? Teaching and Teacher Education, 96, 103149. https://doi.org/10.1016/j.tate.2020.103149

Chaer, A., & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Rineka Cipta.

Dijk, T. A. van. (2013). The network society. SAGE Publications.

Firamadhina, F. I. R., & Krisnani, H. (2021). Perilaku generasi Z terhadap penggunaan media sosial TikTok: TikTok sebagai media edukasi dan aktivisme. Share: Social Work Journal, 10(2), 199. https://doi.org/10.24198/share.v10i2.31443

González-Mohíno, M., Ramos-Ruiz, J. E., López-Castro, J. A., & García-García, L. (2024). Maximizing student satisfaction in education: Instagram’s role in motivation, communication, and participation. International Journal of Management Education, 22(3). https://doi.org/10.1016/j.ijme.2024.101045

Hanifah, N., Salsabila, A. H., & Yani, N. (2023). Variasi bahasa pada masyarakat tutur Kota Jakarta Selatan. Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan, 14(2), 120–126. https://doi.org/10.26594/diglossia.v14i2.2885

Hasanah, N., Hudiyono, Y., & Agustian, J. F. (2020). Analisis variasi bahasa pada komunitas di jejaring sosial WhatsApp: Kajian sosiolinguistik. Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies, 3(2), 26–32. https://doi.org/10.30872/adjektiva.v3i2.1407

Hayati, R. (2021). Variasi bahasa dan kelas sosial. Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 35(1), 48. https://doi.org/10.31941/jurnalpena.v35i1.1348

Joos, M. (1976). The style of five clocks. In N. A. Johnson (Ed.), Current topics in language: Introductory reading. Massachusetts.

Kartikasari, R. (2019). Penggunaan bilingualisme pada masyarakat yang berwirausaha. Pena Literasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1).

Khriswina, S. A., Wibowo, S. E., & Sartono, E. K. E. (2025). Civic education in digital era: Implementing Pancasila values for Generation Z college students. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 17(1), 1574–1588. https://doi.org/10.35445/alishlah.v17i1.6040

Kucer, S. B. (2021). Language variation. In Dimensions of literacy (pp. 81–102). https://doi.org/10.4324/9781410611536-10

Kushartanti. (2009). Pesona bahasa. PT Gramedia Pustaka Utama.

Latifah, L. (2017). Variasi bahasa dilihat dari segi pemakai pada ranah sosial masyarakat tutur perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat di Majenang, Kabupaten Cilacap. Conference on Language and Language Teaching, 498–502.

Lestari, H. D., & Nusarini. (2017). Gaya bahasa artis dalam media sosial. Caraka, 3(2), 127–144.

Lin, Z., & Lei, L. (2020). The research trends of multilingualism in applied linguistics and education (2000–2019): A bibliometric analysis. Sustainability, 12(15). https://doi.org/10.3390/su12156058

O’Neill, P. (2025). Monoglossic ideologies and the two-way relationship between linguistics and language learning/teaching: Idiosyncratic variation in Brazilian Portuguese and its challenges for usage-based teaching. Ampersand, 14, 100198. https://doi.org/10.1016/j.amper.2024.100198

Opariuc-Dan, C., Maftei, A., & Merlici, I. A. (2024). I don’t matter anyway. Will more Instagram change that? Anti-mattering and Instagram feed vs. stories addiction symptoms: The moderating roles of loneliness and life satisfaction. Computers in Human Behavior Reports, 16, 100530. https://doi.org/10.1016/j.chbr.2024.100530

Permatasari, E., & Indrawati, D. (2021). Variasi bahasa idiolek pada akun Instagram @rintiksedu. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(2), 173–178.

Power, A. (2014). What is social media? British Journal of Midwifery, 22(12), 896–897. https://doi.org/10.12968/bjom.2014.22.12.896

Rahardi, R. K. (2014). Bahasa “Indoglish” dan “Jawanesia” dan dampaknya bagi pemartabatan bahasa Indonesia. Kajian Linguistik dan Sastra, 26(1), 1–21.

Rusliwa Somantri, G. (2005). Memahami metode kualitatif. Makara Human Behavior Studies in Asia, 9(2), 57–65.

Saputra, N., & Aida, N. (2019). Keberadaan penggunaan bahasa Indonesia pada generasi milenial. Semdi Unaya, 3, 368–383.

Sekar Arum, L., Zahrani, A., & Duha, N. A. (2023). Karakteristik generasi Z dan kesiapannya dalam menghadapi bonus demografi 2030. Accounting Student Research Journal, 2(1), 59–72. https://doi.org/10.62108/asrj.v2i1.5812

Situmorang, W., & Hayati, R. (2023). Media sosial Instagram sebagai bentuk validasi dan representasi diri. Jurnal Sosiologi Nusantara, 9(1), 111–118. https://doi.org/10.33369/jsn.9.1.111-118

Soleh, A. R., & Sabardila, A. (2022). Representasi variasi keformalan bahasa pada dialektika Mata Najwa “Coba-Coba Tatap Muka.” Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 7(2), 71–84. https://doi.org/10.21107/metalingua.v7i2.13274

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Downloads

Published

28-10-2026

How to Cite

Ainin Seha, Nurlaksana Eko Rusminto, Siti Samhati, & Mulyanto Widodo. (2026). Variasi Bahasa Siswa Gen-Z pada Platform Media Sosial sebagai Representasi Identitas Digital . ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia, 9(2), 654–676. https://doi.org/10.29240/estetik.v9i2.17275

Citation Check

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.