Lanskap Linguistik di Kawasan Wisata Cagar Budaya Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.29240/estetik.v9i1.16108Keywords:
Lanskap linguistik, Kawasan Wisata, Cagar Budaya, Fungsi Simbolik, MultilingualismeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk penggunaan bahasa, serta fungsi simbolik pada lanskap linguistik di kawasan wisata cagar budaya Kota Medan, khususnya Istana Maimoon dan Rumah Tjong A Fie. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lanskap linguistik. Data penelitian berupa teks dan elemen visual yang terdapat pada tanda-tanda lanskap linguistik di ruang publik kawasan wisata cagar budaya Kota Medan. Sumber data berupa papan nama, petunjuk arah, tanda informasi, tanda larangan dan imbauan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi foto, dan wawancara dengan pengelola kawasan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap linguistik di kawasan wisata cagar budaya Kota Medan terdiri atas lanskap linguistik khusus dan lanskap linguistik umum. Lanskap linguistik khusus memuat informasi yang berkaitan dengan identitas dan sejarah kawasan wisata, sedangkan lanskap linguistik umum berkaitan dengan petunjuk, larangan, dan imbauan bagi pengunjung. Bentuk bahasa yang digunakan meliputi monolingual, bilingual, dan multilingual. Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa nasional yang ingin ditegaskan di ruang publik. Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa internasional untuk memberikan akses informasi bagi wisatawan mancanegara. Sementara itu, penggunaan tulisan Arab Melayu di Istana Maimoon dan bahasa Mandarin di Rumah Tjong A Fie berfungsi sebagai bahasa komunitas yang merepresentasikan keberadaan, identitas, dan latar belakang sosial budaya komunitas Melayu dan Tionghoa yang terkait dengan kawasan cagar budaya tersebut. Fungsi simbolik lanskap linguistik ditunjukkan melalui penggunaan warna hijau dan kuning di Istana Maimoon, warna putih dan hitam di kedua kawasan, serta warna merah pada tanda larangan dan peringatan, serta melalui penggunaan jenis huruf serif, sans-serif, script, dan handwriting yang merepresentasikan identitas, nilai, dan citra kawasan wisata cagar budaya Kota Medan. Berdasarkan temuan penelitian, lanskap linguistik di kawasan cagar budaya Kota Medan mencerminkan relasi antara bahasa, identitas komunitas, dan fungsi ruang publik dalam membangun makna sosial dan budaya kawasan wisata tersebut.
Downloads
References
Abimanto, D., Aprillina, A., & Oktavia, A. (2023). Bahasa Inggris Sebagai Lingua Franca Dalam Dunia Transportasi. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Ilmu Pendidikan, 2(1), 240–250. https://doi.org/10.58192/sidu.v2i1.947
Agustin, S. W., Yarno, & Hermoyo, R. P. (2024). Variasi Bahasa dalam Lanskap Linguistik di Kebun Binatang Surabaya. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia Dan Daerah, 14(2).
Ayyub, S., & Rohmah, Z. (2024). The linguistic landscape of Kotabaru Malang Train Station: language representation in public space. Cogent Arts and Humanities, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2389633
Cenoz, J., & Gorter, D. (2006). Linguistic Landscape and Minority Languages. International Journal of Multilingualism, 3(1), 67–80.
Dong, J., Peng, M., & Uddin, G. (2020). Mapping the Linguistic Landscape of the Cultural Heritage Sites and Tourist Spots in Bangladesh. Open Journal of Social Sciences, 8, 228–244. https://doi.org/10.4236/jss.2020.810015
Ekawati, R., Puspitasari, D., & Ayuningtias, D. I. (2023). The Linguistic Landscape of Religious Tourism Destination in Bangkalan, Madura: Functions and Identity Representation. Jurnal Arbitrer, 10(1), 86–96. https://doi.org/10.25077/ar.10.1.86-96.2023
Fadiah, S. N., & Satriadi. (2024). Peran Warna dalam Meningkatkan Daya Tarik Visual. Jurnal Seni Rupa Dan Desain, 3(April), 126–134.
Gorter, D. (2006). The Study of the Linguistic Landscape as a New Approach to Multilingualism. In Linguistic Landscape: A New Approach to Multilingualism (1st ed., pp. 81–89). British Library. https://doi.org/10.2307/jj.27939665.8
Gorter, D., Marten, H. F., & Mensel, L. Van. (2019). Linguistic Landscapes and Minority Languages. In Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1057/978-1-137-54066-9
Harahap, F. J., Mulyadi, & Lubis, T. (2025). The Linguistic Landscape of Tourist Areas in Medan. Leksema: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 10(2), 277–297. https://doi.org/10.22515/ljbs.v10i2.12761
Hermaliza, E. (2014). Istana Maimoon Sumatera Utara. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa dan Tradisi.
Landry, R., & Bourhis, R. Y. (1997). Linguistic Landscape and Ethnolinguistic Vitality: An Empirical Study. Journal of Language and Social Psychology, 16(1), 23–49. https://doi.org/10.1177/0261927X970161002
Lubis, T., & Abus, A. F. (2020). Revitalisasi Tradisi Lisan Melayu dalam Mempertahankan Eksistensi Kebahasaan: Pendekatan Antropolinguistik. Seminar Nasional Bahasa Dan Sepeda Bangsa, 2. https://doi.org/10.17605/OSF.IO/VW9Q2
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (Third). SAGE Publications, Inc.
Monica, & Luzar, L. C. (2011). Efek Warna dalam Dunia Desain dan Periklanan. HUMANIORA, 2(9), 1084–1096.
Mulyadi. (2000). Struktur semantis verba bahasa indonesia. Linguistika, 9, 40–52.
Mulyawan, I. W., Paramarta, I. M. S., & Suparwa, I. N. (2022). Language Contestation at Batukau Temple, Bali (a linguistic landscape study). Cogent Arts and Humanities, 9(1), 1–15. https://doi.org/10.1080/23311983.2022.2090651
Nenotek, S. A., Suta, I. M., Sjioen, A. E., Beeh, N., Cornelis, A. r., & Benu, N. n. (2025). The linguistic landscape for sustainable and inclusive tourism : insight from Timor Tengah Selatan , Indonesia. Cogent Arts & Humanities, 12(1). https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2441579
Paksi, D. N. F. (2021). Warna dalam Dunia Visual. IMAJI Film Fotografi Televisi & Media Baru, 12, 90–97. https://doi.org/DOI:10.52290/i.v12i2.49
Putrantijo, N., Repelita, T., Safari, R., Ummi, N. K., & Herdianto, I. (2024). Peran dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam Pengembangan Keilmuan, Kebudayaan, dan Karya Sastra. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 7(3), 9512–9517.
Rahmawaty, A., Diana, & Yuniarti. (2023). Efektivitas Metode Pencampuran Warna Melalui Media Video Animasi Berbasis Powerpoint Terhadap Kemampuan Mengenal Warna Sekunder di TK Sirajuddin Pontianak Barat. JEA (Jurnal Edukasi AUD), 9(1), 61–70. https://doi.org/10.18592/jea.v9i1.8934
Rong, X. (2018). The Linguistic Landscape of Beijing Tourism Spots : A Field-Based Sociolinguistic Approach. International Journal of Languages, Literature and Linguistics, 4(1). https://doi.org/10.18178/ijlll.2018.4.1.144
Strizver, I. (2013). Type Rules: The Designer’s Guide to Professional Typography (Second). John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey.
Suri, I., & Datang, F. A. (2024). Language as Social Identity: A Study of Linguistic Landscape in Meulaboh, West Aceh. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 9(2), 35–53. https://journal-fis.um.ac.id/index.php/jsph
Susanti, H. W., Purwanti, C., & Sutama, I. M. (2025). Lanskap Linguistik di Kawasan Wisata Sanur: Kajian Kontestasi Bahasa. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 5(2), 566–580. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v5i2.5954
Teo, B. Y., & Cacciafoco, F. P. (2022). The Language of Tourism: Linguistic Landscape of Tourist Attractions in Singapore. Review of Historical Geography and Toponomastics, 17(33–34), 65–114. https://scholar.xjtlu.edu.cn/en/publications/the-language-of-tourism-linguistic-landscape-of-tourist-attractio
Thejahanjaya, D., & Yulianto, Y. H. (2022). Penerapan Psikologi Warna Dalam Color Grading Untuk Menyampaikan Tujuan Dibalik Foto. Jurnal Adiwarna, Vol 1, Hal 1-9.
Tobing, L. R. L. (2019). Identifikasi Gaya Pilar dan Pelengkung Istana Maimun. Sangkhakala, 22(1), 45–54.
Wheeler, A. (2017). Designing Brand Identity (third). John Wiley & Sons, Inc.
Yendra, & Artawa, K. (2020). Lanskap Linguistik Pengenalan, Pemaparan, dan Aplikasi (first). Deepublish.
Zaman, S. (2021). Lanskap Linguistik Kawasan Kota Tua Jakarta: Kajian Sikap Bahasa. Prosiding Seminar Nasional Linguistik Dan Sastra (SEMANTIKS).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Fathul Jannah Harahap, Mulyadi, Tasnim Lubis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




