Mediatisasi Kebijakan Penerbitan E-Journal dengan Open Journal System di Indonesia

Wahid Nashihuddin

Abstract


Every technology and media carries its message for users and brings change in human life, including e-journal publishing. The practice of modernization in the e-journals publishing by OJS also has an impact on changing the journal appearance and the publishing process, starts from the manuscript submission by the author, editorial, and peer-reviewed, to journal publishing by the editor. Printed journals that are formed of paper sheets and have limited information access are different from e-journals that are formed of digital files and information access is not limited (online). The government policies regarding the OJS existence and function as one of the standard e-journal publishing platforms in Indonesia and the accreditation requirements of national scientific journals, also have an impacted on the behavior and culture-changing of the users (writers, editors, reviewers, proofreaders) and enhancing the scholarly communication culture. OJS as technology or media has become a mediation for its users and has even been institutionalized by the government, and this phenomenon has become one of mediation in journal publishing. This paper aims to find out the mediation of government policies related to the issuance of e-journals using OJS in Indonesia. The study data is descriptive-qualitative, with the source of literature study data and the best practice knowledge of the author. This study shows that government policies related to the use of OJS for e-journal publishing in Indonesia effect on changes in the appearance and process of journal publishing, changes in user behavior and culture, and improvement in scholarly communication culture.

Setiap teknologi dan media membawa pesan tersendiri bagi pengguna dan membawa perubahan dalam kehidupan manusia, termasuk dalam penerbitan e-journal. Praktik modernisasi dalam penerbitan e-journal dengan OJS juga berdampak pada perubahan tampilan jurnal dan proses penerbitan, yang dimulai dari penyerahan naskah oleh penulis, editorial dan peer-review naskah, hingga penerbitan jurnal oleh editor. Jurnal cetak yang hanya berupa lembar kertas dan akses informasinya terbatas berbeda dengan e-journal yang berbentuk file digital dan akses informasinya tidak terbatas (online). Kebijakan pemerintah terhadap eksitensi dan fungsi aplikasi OJS sebagai salah satu platform standar penerbitan e-journal di Indonesia dan persyaratan akreditasi jurnal ilmiah nasional, juga berdampak pada perubahan perilaku dan kultur penggunanya (penulis, editor, reviewer, proofreader) serta peningkatan budaya komunikasi ilmiah. OJS sebagai teknologi atau media sudah menjadi mediasi bagi penggunanya dan bahkan sudah dilembagakan oleh pemerintah, dan fenomena tersebut menjadi salah satu mediatisasi dalam penerbitan jurnal. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui mediatisasi kebijakan pemerintah terkait penerbitan e-journal menggunakan OJS di Indonesia. Data kajian bersifat deskriptif-kualitatif, dengan sumber data studi literatur dan pengetahuan best practice penulis. Kajian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah terkait penggunaan OJS untuk penerbitan e-journal di Indonesia berpengaruh terhadap perubahan tampilan dan proses penerbitan jurnal, perubahan perilaku dan kultur pengguna, dan peningkatan budaya komunikasi ilmiah.


Keywords


Mediatization; E-Journal; Open Journal System; Policies Government; Scholarly Communication

Full Text:

PDF

References


Ampuja, M., Koivisto, J., & Vliverronen, E. (2014). Strong and weak forms of mediatization theory: A critical review. Nordicom Review, 35, 111124.

Anwar, K. (2018). Mediatisasi Rupa Kota dalam Iklan Meikarta. Lensa Budaya, 13(1), 7583.

Arief, I., & Handoko, H. (2017). Jurnal Online dengan Open Journal System. Padang: LPTIK Universitas Andalas.

Couldry, N., & Hepp, A. (2013). Conceptualizing Mediatization: Contexts, Traditions, Arguments. Communication Theory, 23, 191202. https://doi.org/doi:10.1111/comt.12019

De Silva, P. U. ., & Vance, C. K. (2017). Scientific Scholarly Communication: The Changing Landscape. Springer, 8.

Dirjen Risbang, K. (2016). Policy Brief: Kebijakan E-Journal, Akreditasi, Indeksasi, Sitasi dan Internasionalisasi Jurnal di Indonesia. Jakarta.

Fatmawati, E. (2016). Perubahan Kultur Akses Informasi Pemustaka Dalam Bingkai Mediasi dan Mediatisasi. Semarang.

Hjarvard, S. (2008). The Mediatization of Society: A Theory of the Media as Agents of Social and Cultural Change. Nordicom Review, 29(2), 105134.

Hjarvard, S. (2016). Medialisering: Teori og Historie. In S. Hjarvard (Ed.), Medialisering. Mediernes Rolle i social og Kulturel Forandring (pp. 1738). Kbenhavn: Hans Reitzel.

KBBI, I. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Retrieved October 9, 2019, from Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia website: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/karakter

Kemenristekdikti, I. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. , (2018).

Kriyantono, R. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Lukman, L., Ahmadi, S. S., Manalu, W., & Hidayat, D. S. (2017). Pedoman Publikasi Ilmiah. Jakarta: Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Lukman, L., Hidayat, D. S., & Atmaja, T. D. (2016). Manajemen Jurnal Elektronik (e-Journal). Depok.

Meyrowitz, J. (1998). Multiple Media Literacies. Journal of Communication, 48(1), 96108. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1998.tb02740.x

Mukherjee, B. (2009). Scholarly Communication: A Journey from Print to Web. Library Philosophy and Practice.

Mukherjee, B. (2010). Scholarly Communication in Library and Information Services: The Impacts of Open Access Journals and E-Journals on a Changing Scenario. London: Chandos Publishing.

Mukhlis, M. (2019). Pengembangan Komunikasi Ilmiah dalam Pengelolaan Repositori Institusi: Studi Kasus pada Tiga Perpustakaan Universitas di Yogyakarta (UGM, UNY, dan UIN Sunan Kalijaga). Yogyakarta.

Nashihuddin, W., & Aulianto, D. R. (2016). Pengelolaan Terbitan Berkala Ilmiah Sesuai Ketentuan Akreditasi: Upaya Menuju Jurnal Trakreditasi dan Bereputasi Internasional. Jurnal Pustakawan Indonesia, 15(12), 8398.

Sahrudin, U. (2019). Peran Pustakawan Dalam Pengelolaan Dan Penerbitan Jurnal Ilmiah (Role Of Library In Management And Publishing Scientific Journals). Kandaga - Media Publikasi Ilmiah Jabatan Fungsional Tenaga Kependidikan, 1(1).

Setyawan, S. (2013). Konstruksi Identitas Suporter Ultras di Kota Solo (Studi Fenomenologi terhadap Kelompok Suporter Pasoepati Ultras). Surakarta.

Strmbck, J. (2008). Four Phases of Mediatization : An Analysis of the Mediatization of Politics. 13(3), 228246. https://doi.org/10.1177/1940161208319097

Suwahyono, N., Purnomowati, S., & Ginting, M. (2014). Pedoman Penampilan Majalah Ilmiah Indonesia. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.29240/tik.v4i1.1176

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Wahid Nashihuddin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

TIK Ilmeu indexed by:

Google ScholarMorarefCrossref     Dimensions Indonesia One Search PKP Index BASE

free web stats Tik Ilmeu's Visitors
Creative Commons LicenseThis work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.